Sunday, November 4, 2012
back to little boy
ternyata semuanya hanya menuntun saya untuk berjalan kembali ke arahnya (little boy)...
mungkin kata-kata itu yang tepat untuk saya saat ini. setelah sempat mencoba membangun sebuah harapan baru dengan orang yang baru, ternyata hal itu tidak bertahan lama.. 2 blog saya sebelumnya menulis tentang orang yang saya harap bisa membawa saya pergi terhadap perasaan saya pada little boy. hey pria idealis dan masih tentang dia #17 menceritakan tentang orang itu.
saya sempat yakin bahwa orang ini bisa membantu saya, tapi ternyata saya salah. justru orang ini hanya membuat saya kembali memikirkan dan membandingkannya dengan little boy. terkadang dia memang bersikap baik tapi saya pikir memang little boy lebih baik. ya tentu saya baik menurut kacamata saya, mungkin penilaian orang itu berbeda-beda.
sekarang sang pria #17 itu sudah memiliki orang lain disampingya. awalnya saya sempat menangis, tp itu bukan karena saya merasa sakit atau bagaimana, saya hanya merasa kaget dan merasa semuanya begitu cepat terjadi. semuanya terjadi tanpa alur yang jelas, dan tiba2 saya mendengar dia sudah memiliki kekasih, saya hanya terkejut. air mata itu pun tanda saya menangisi kelemahan saya sendiri. tapi untungnya saya tidak terlambat untuk cepat bangkit, karena sebelum hal ini terjadi saya sudah memutuskan untuk kembali kepada little boy. walaupun saya tahu menunggu dia sama saja menunggu sesuatu hal yang tak pasti tapi saya punyya alasan dan saya yakin ini yang terbaik untuk saat ini bagi diri saya.
memutuskan untuk berjalan mundur dan kembali melihat harapan kosong bersama little boy mungkin adalah keputusan yang bodong menurut sebagian teman saya, tapi saya memang tidak bisa lepas atau lebih tepatnya belum mau melepaskan perasaan ini untuk orang lain. setiap orang pasti memiliki alasan mengapa mempertahankan cintanya kepada orang lain, tapi saya tidak benar-benar yakin apakah alasan ini yang membuat saya bertahan.
awal saya mencintainya, saya tidak punya alasan kuat untuk dipertanggungjawabkan, tapi seiring dengan berjalannya waktu saya tahu kenapa saya bisa bertahan selama ini menunggunya.. saya selalu merasa dia yang terbaik dari yang baik. alasan itu yang membuat saya mencoba bersabar, walaupun saya tidak pernah tahu apakah ada kesempatan untuk kita untuk bersama. tapi saya yakin tidak akan ada penantian yang sia-sia didunia ini. tapi walaupun nantinya kita tidak akan bersama, saya takkan pernah menyesal, karena dengan mencintaimu aku belajar banyak hal yang berharga. ((:
Subscribe to:
Posts (Atom)